A. Subyek hukum dan
obyek hukum
1. Pengertian subyek hukum
– segala sesuatu yang dapat mempunyai hak dan
kewajiban menurut hukum
– sesuatu pendukung hak/kewajiban, jadi memiliki
wewenang hukum
Pembagian subyek hukum :
a. Manusia (natuurlijke persoon)
b. Badan hukum (rechtspersoon)
Manusia
Manusia
sebagai subyek hukum berarti manusia adalah pembawa hak dan kewajiban sehingga
dapat melakukan sesuatu tindakan hukum; ia dapat mengadakan
persetujuan-persetujuan, menikah, membuat wasiat, dan sebagainya.
Berlakunya
manusia sebagai pembawa hak, mulai dari saat ia dilahirkan dan berakhir pada
saat ia meningal dunia, malah seorang anak yang masih dalam kandungan ibunya
dapat dianggap sebagai pembawa hak (dianggap telah lahir) jika kepentingannya
memerlukan (untuk menjadi ahli waris).
Jadi pada
hakikatnya setiap manusia sejak ia lahir mempeoleh hak dan kewajiban. Apabila
ia meninggal dunia maka hak dan kewajibannya akan beralih kepada ahli warisnya.
Bahkan oleh hukum anak yang ada dalam kandungan seorang perempuanpun sudah
mempunyai hak, karena dianggap telah dilahirkan dengan catatan jika
kepentingannya menghendaki (hak waris). Hal diatur dalam pasal 2 ayat 1
KUHPerdata berbunyi “anak yg ada dalam kandungan seorang perempuan, dianggap
sebagai telah dilahirkan, bilaman juga kepentingan si anak menghendakinya”.
Pada ayat 2 berbunyi “mati sewaktu dilahirkan dianggap ia tak pernah ada”.
Ketentuan
ini menegaskan bahwa hak dan kewajiban si anak baru dianggap ada jika ia
dilahirkan hidup, apabila ia dilahirkan mati maka haknya dianggap tidak ada,
misalnya kepentingan si anak untuk menjadi ahli waris dari orang tuanya,
walaupun ia masih berada dalam kandungan ia dianggap telah dilahirkan dan oleh
karena itu harus diperhitungkan hak-haknya sebagai ahli waris. Tetapi jika ia
dilahirkan mati maka hak si anak dianggap tidak pernah ada.
Disamping
itu juga berdasarkan undang-undang seseorang dianggap telah meninggal dunia
jika hilang atau tidak diketahui dimana ia berada dan tidak ada kepastian
apakah ia masih hidup dalam tenggang waktu setelah lewat 5 tahun sejak ia
meninggalkan tempat kediamannya (Pasal 467, 468, 469 KUHPerdata).
Berdasarkan
ketentuan undang-undang tersebut maka hak dan kewajiban orang yang telah
dinyatakan menurut hukum meninggal dunia itu telah berakhir dan segala hak dan
kewajibannya beralih kepada ahli warisnya
Cakap
dan tidak cakap cakap melakukan perbuatan hukum :
Cakap
melakukan perbuatan hukum artinya subyek itu dapat melakukan atau bertindak
baik sendiri maupun bersama orang lain di dalam menjalankan hak dan
kewajibannya. Pada prinsipnya setiap orang tidak kecuali dapat memiliki dan
melaksanakan hak-hak akan tetapi tidak semua orang dinyatakan cakap di dalam
melaksanakan hak-haknya itu, namun untuk dapat dikatakan itu harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
1. Orang
tersebut telah mencapai usia 21 tahun atau telah menikah.
2. Orang tersebut mempunyai kewenangan untuk
melaksanakan hak dan kewajiban (misalnya ia berwenang menjual barang, dimana
barang dikakarenakan tersebut benar miliknya)
3. Orang
tersebut harus memiliki jiwa dan akal yang sehat.
Pengertian
dewasa
Menurut
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUPerdata) seseorang yang dikatakan sudah
dewasa adalah saat berusia 21 tahun bagi laki-laki dan 19 tahun bagi wanita.
Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan,
kedewasaan seseorang adalah saat berusia 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun
bagi wanita. Lain hal pula menurut hukum adat kedewasaan seseorang apabila
sudah mampu bekerja atau mencari nafkah sendiri.
Lalu
acuan apa yang kita pakai dalam hal ini. Acuan yang dipakai adalah berdasarkan
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata karena ketentuan ini masih berlaku secara
umum. Sedangkan ketentuan lainnya hanaya berlaku secara khusus.
Pentingnya
arti kecakapan menurut hukum tentunya mempunyai 2 (dua) maksud, yaitu
pertama maksud yang dilihat dari sudut keadilan yaitu perlunya orang yang
membuat perjanjian mempunyai cukup kemampuan untuk menginsyafi/menyadari secara
benar akan tanggung jawab yang dipikulnya dengan perbuatan tersebut. Dan kedua,
maksud yang dilihat dari sudut ketertiban hukum, yang berarti orang yang
membuat perjanjian itu berarti mempertaruhkan kekayaannya.
Tidak
cakap melakukan perbuatan hukum, artinya subyek hukum sekalipun pendukung hak
dan kewajiban, namun dinyatakan subyek tersebut dinyatakan tidak dapat
bertindak sendiri di dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dalam berbagai
perbuatan-perbuatan hukum (handelingsonbekwaam). Adapun orang tersebut adalah :
1. Orang yang masih dibawah umur (belum mencapai
usia 21 tahun = belum dewasa)
2. Orang yang tidak sehat pikirannya (gila), pemabuk
dan pemboros, mereka ditaruh dibawah pengampuan (curatele)
3. Orang yang dilarang oleh UU untuk melakukan
perbuatan hukum tertentu, misalnya orang yang dinyatakan pailit (Pasal 1330 BW
jo UU Kepailitan)
Catatan : Dalam ketentuan KUHPerdata kecakapan adalah
merupakan salah satu syarat untuk sahnya suatu perikatan/perjanjian yang
berarti bahwa segala perikatan yg dilakukan oleh orang yang tidak cakap dapat
dibatalkan atau diminta pembatalannya melalui hakim. Tetapi sebaliknya dalam
hal perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad, ketidakcakapan seseorang tidak
mempengaruhi timbul atau tidaknya “akibat hukum” dari perbuatan itu.
Badan hukum
Badan
hukum adalah bukan orang tapi merupakan badan-badan (kumpulan manusia) yang
oleh hukum diberi status “persoon” yang mempunyai hak
dan kewajiban seperti manusia.
Badan
hukum sebagai pembawa hak dan tidak berjiwa dapat melakukan sebagai pembawa hak
manusia, misalnya; dapat melakukan persetujuan-persetujuan, memiliki kekayaan
yang sama sekali terlepas dari kekayaan anggota-anggotanya.
Badan hukum dapat dibagi
menjadi :
a. Badan
hukum publik yaitu badan hukum yang
didirikan oleh pemerintah/negara yang lapangan pekerjaannya adalah untuk
kepentingan umum, misalnya negara RI, daerah tingkat I, II/kotamadya, Bank-Bank
Negara dsb.
b. Badan
hukum privat, yaitu badan hukum yang
bentuk dan susunannya diatur oleh hukum privat dan menurut tujuannya yang
dikejar dapat dibeda-bedakan dalam :
a. Perikatan dengan tujuan materiil (perkumpulan,
mesjid, gereja)
b. Perikatan dengan tujuan memperoleh laba (PT)
c. Perikatan dengan tujuan memenuhi kebutuhan
materil para anggotanya (Koperasi)
Disamping
penggolongan tersebut dapat pula dibagi-bagi badan hukum itu menjadi 2 jenis
yaitu :
1) Korporasi ialah suatu gabungan orang yang dalam pergaulan hukum bertindak
bersama-sama sebagai satu subyek hukum tersendiri (personifikasi), misalnya PT,
Dati-Dati, Koperasi dsb.
2) Yayasan ialah tiap kekayaan yang tidak merupakan kekayaan orang atau kekayaan
badan dan yang diberi tujuan tertentu, misalnya Yayasan Badan Wakaf UII dsb.
2. Pengertian Obyek Hukum :
Obyek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subyek
hukum (manusia atau badan hukum) dan yang dapat menjadi pokok (obyek) suatu
hubungan hukum, karena hal itu dapat dikuasai oleh subyek hukum. Biasanya obyek
hukum disebut benda.
Benda
menurut Pasal 499 KUHPerdata ialah semua barang, semua hak yang dapat dimiliki
subyek hukum.
Macam-macam
benda :
Menurut
pasal 503 KUHPerdata benda dibedakan antara :
1. Benda berwujud (bertubuh),
yaitu yang dapat diraba oleh panca indera (buku, rumah, meja, dsb)
2. Benda tidak berwujud (tak
bertubuh) yaitu segala macam hak, seperti hak cipta, hak mereka, paten,
piutang, dll.
Menurut
pasal 504 KUHPerdata membeda-bedakan benda :
1. Benda
bergerak yang dibedakan sbb :
1) Menurut sifatnya dapat bergerak
sendiri (hewan dsb)
2) Yang dapat dipindahkan (buku, meja, dsb)
3) Karena penetapan undang-undang (hak-hak atas
benda 1 dan 2 diatas)
2. Benda
tidak begerak, dibeda-bedakan sebagai
berikut :
1) Karena sifatnya (tanah dan semua yang didirikan
diatasnya seperti rumah dsb) dan yang ada di dalam tanah (kekayaan alam
yang terpendam).
2) Karena maksud tujuan (yaitu benda-benda yang
oleh pemilik dihubungkan dengan benda tersebut di (1) diatas), misalnya
gambar-gambar atau kaca-kaca yang dipasang dalam gedung percetakan.
3) Karena penetapan undang-undang (hak-hak atas
benda tersebut 1 dan 2 diatas), misalnya Hak Guna Usaha.
0 Response to "Subyek Hukum dan Obyek Hukum"